Rabu, 22 Oktober 2014

Liburan di gn.Prau,Dieng

perjalanan ini bermula pada sebuah perbincangan kecil bersama teman-teman kelas saya di sebuah media sosial,tidak sengaja di penghujung liburan semester teman saya yang bernama Teddy mengajak saya dan ke tujuh teman saya untuk menghabiskan waktu liburan semester dengan mendaki gunung Prau yang lokasinya terdapat di dataran tinggi Dieng yang berada tepat di perbatasan kabupaten Kendal dan kabupaten Wonosobo,Jawa Tengah . Dataran tinggi Dieng memang sangat Eksotis karena dengan hamparan alam yang berupa gugusan pegunungan-pegunungan ini dapat menyihir para traveller yang datang ke tempat ini. Di Dieng kita dapat mengunjungi banyak lokawisata alam, seperti : Bukit Sikunir,Dieng Plateu,Komplek Candi Arjuna,Kawah sikidang,Telaga Warna,gunung Prau dan Batu Pandang.

Back to topic, pada tanggal 27 Agustus 2014 teman saya yang bernama Teddy memberi kabar,bahwa dia mengajak saya dan teman-teman untuk berlibur mendaki Gunung Prau,lewat perbincangan singkat itu kami semua memutuskan untuk berangkat kesana pada hari Kamis malam jam 22.00 pada tanggal 28 Agustus 2014,perjalanan ditempuh dalam waktu 3 jam dengan menggunakan mobil dari Purwokerto menuju dataran tinggi Dieng,disana kita tidak langsung mendaki,kita mengurus parkir mobil,perizinan pendakian,dan mengisi perut terlebih dahulu sebelum mendaki.

Pada pukul 02.00 kami semua berkumpul untuk berdoa sejenak sebelum melakukan pendakian,setelahnya kita mengangkat daypack dan berbagai peralatan dan perbekalan untuk dibawa mendaki. Perjalanan dimulai dari daerah pethak Banteng yang menjadi basecamp gunung Prau,perjalanan pertama kita melewati rumah-rumah warga tak kurang 15 menit kemudian gugusan anak tangga sudah siap kokoh menunggu kita untuk dilewati, setelah melewati gugusan anak tangga kita mulai memasuki perkebunan warga,disini pemandangannya sangat indah karena semua objek wisata Dieng terlihat semua.

Tak kurang 30 menit menyusuri perkebunan sayuran milik warga sekitar,akhirnya kita sampai di pos 1,kami memutuskan beristirahat sejenak untuk sekedar melepas dahaga dan meluruskan kaki.Selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan mendaki terus ke atas dengan pijakan berupa tanah,udara dingin pun mulai menusuk sampai ke tulang,ini dikarenakan kami mendaki pada saat musim kemarau yang notabenenya angin di musim kemarau sangatlah dingin,tak kurang 1 jam melewati jalan tanah kita semua sampai di pos 2 berupa lahan kosong untuk mendirikan tenda jika ingin bermalam disini.

Setelah melewati pos 2 pendakian mulai memasuki hutan cemara,disini udaranya tidak terlalu dingin dikarenakan di tempat ini ada vegetasi berupa pohon Cemara yang dapat menahan masuknya angin,di hutan ini lah terdapat pos 3,setelah melewati pos 3 perjalanan pun semakin berat karena kita semua dituntut untuk melewati medan yang hampir 60°,tetapi tenang saja karena ada media pembantu para pendaki berupa seutas tali tambang,disini pun dituntut untuk kerjasama dan kekompakan tim dalam pendakian,karena jika ada pendaki yang egois maka mungkin saja temannya bisa terjatuh.

sekitar 3 jam 15 menit perjalanan sudah dilalui,rasa lelah dan kantuk pun mulai mendera kami,tetapi setelah kita semua berkeluh kesah tak lama puncak gunung Prau pun mulai terlihat,dan ini merupakan salah satu yang memotivasi kami untuk terus melaju melanjutkan perjalanan kami hingga ke puncak. Akhirnya setelah 3 jam 30 menit mendaki atau sekitar pukul 05.30 kami semua berhasil sampai di puncak gunung Prau,dari sini terlihat background gunung sindoro,sumbing,merbabu,merapi yang sangat indah,puncak Prau sering disebut sebagai bukit teletubies karena puncaknya yang berbukit-bukit seperti halnya bukit-bukit di film teletubies.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar