Back to topic, pada tanggal 27 Agustus 2014 teman saya yang bernama Teddy memberi kabar,bahwa dia mengajak saya dan teman-teman untuk berlibur mendaki Gunung Prau,lewat perbincangan singkat itu kami semua memutuskan untuk berangkat kesana pada hari Kamis malam jam 22.00 pada tanggal 28 Agustus 2014,perjalanan ditempuh dalam waktu 3 jam dengan menggunakan mobil dari Purwokerto menuju dataran tinggi Dieng,disana kita tidak langsung mendaki,kita mengurus parkir mobil,perizinan pendakian,dan mengisi perut terlebih dahulu sebelum mendaki.
Pada pukul 02.00 kami semua berkumpul untuk berdoa sejenak sebelum melakukan pendakian,setelahnya kita mengangkat daypack dan berbagai peralatan dan perbekalan untuk dibawa mendaki. Perjalanan dimulai dari daerah pethak Banteng yang menjadi basecamp gunung Prau,perjalanan pertama kita melewati rumah-rumah warga tak kurang 15 menit kemudian gugusan anak tangga sudah siap kokoh menunggu kita untuk dilewati, setelah melewati gugusan anak tangga kita mulai memasuki perkebunan warga,disini pemandangannya sangat indah karena semua objek wisata Dieng terlihat semua.
Tak kurang 30 menit menyusuri perkebunan sayuran milik warga sekitar,akhirnya kita sampai di pos 1,kami memutuskan beristirahat sejenak untuk sekedar melepas dahaga dan meluruskan kaki.Selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan mendaki terus ke atas dengan pijakan berupa tanah,udara dingin pun mulai menusuk sampai ke tulang,ini dikarenakan kami mendaki pada saat musim kemarau yang notabenenya angin di musim kemarau sangatlah dingin,tak kurang 1 jam melewati jalan tanah kita semua sampai di pos 2 berupa lahan kosong untuk mendirikan tenda jika ingin bermalam disini.
Setelah melewati pos 2 pendakian mulai memasuki hutan cemara,disini udaranya tidak terlalu dingin dikarenakan di tempat ini ada vegetasi berupa pohon Cemara yang dapat menahan masuknya angin,di hutan ini lah terdapat pos 3,setelah melewati pos 3 perjalanan pun semakin berat karena kita semua dituntut untuk melewati medan yang hampir 60°,tetapi tenang saja karena ada media pembantu para pendaki berupa seutas tali tambang,disini pun dituntut untuk kerjasama dan kekompakan tim dalam pendakian,karena jika ada pendaki yang egois maka mungkin saja temannya bisa terjatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar